, - Selasa, 16 Maret 2021 08:04 WIB

Makin Banyak Pencinta Motor Japstyle, Ini Sejarahnya

tmp-cam-4435755541066348687

Kota Metro — Modifikasi motor Japstyle merupakan aliran modifikasi sepeda motor yang berasal dari negeri Sakura, yang mana penamaan Japstyle sendiri merupakan kependekan dari Japanese Style.

Modifikasi motor Japstyle sebenarnya sudah mulai eksis pada tahun 80-an, hanya saja pada tahun itu builder modif motor di Jepang tidak terlalu mengakui hasil karya modifnya dengan Japstyle, hal tersebut dikarenakan belum adanya acuan baku tentang modifikasi motor japstyle tersebut.

Baru mulai awal 90-an, berdiri sebuah bengkel khusus modif motor di Tokyo, yang bernama Brat. Bengkel tersebut secara khusus memodifikasi sepeda motor pada saat itu mengikuti style motor yang kondang di negeri Paman Sam atau daratan Eropa, semisal motor “flat tracker, cafe racer, scrambler.”

Masyarakat Jepang dikenal sebagai penganut kebanggaan berbudaya dan bangsa yang sangat menjunjung tinggi harga diri, dan mereka tidak mau disebut menyamakan style modifikasi motor dari luar, maka owner rumah modifikasi Brat memunculkan istilah Brat Style, yang berarti hasil modifikasi bengkel Brat. Dengan membawa aliran yang tergolong baru di negara Jepang, banyak rumah modifikasi mengikuti cara kerjanya yang telah dibuat oleh bengkel Brat tersebut.

Dikutip dari penjuru.id Japstyle sendiri masuk di Indonesia pada tahun 2004 oleh seorang anak muda asal Bandung, Jawa Barat lewat majalah yang dibawa saat pulang dari Jepang, yaitu Franky Morry Astorianto pemilik bengkel modifikasi Yasashi Garage bersama tiga builder lainnya. Mereka mulai memperkenalkan Japstyle tersebut dengan memodifikasi tunggangan masing-masing sehingga terbentuk sebuah komunitas yang bernama “Street Demon”.  (Sumber Penjuru.id) 

 

Lebih lanjut di Kota Metro Lampung sendiri kalangan pencinta motor aliran ini tidak sedikit,  sebut saja Abid Bongkie menggunakan motor jenis Mega Pro 150cc sejak tahun 2018, saya memodifikasi motor orisinil gak sekaligus mas,  bertahap karena untuk memodifikasi aliran ini perlu “taste” (rasa dihati)  ditambah gak sedikit juga dana harus kita siapkan, tutupnya. (*)

Sumber :

Sejarah motor Costum atau Japstyle

Konten ini diproduksi oleh Kanal Visual

Share:

Komentar:

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait: